Cara Mencegah dan Mengobati Hipertensi

nusaherba.com – Banyak orang mengalami hipertensi, mungin termasuk Anda. Tapi banyak juga yang tidak menyedarinya. Jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa ada pencegahan dan pengobatan akan membuat tekanan darah semakin parah.

Parahnya, hipertensi yang semakin parah justru akan menyebabkan penyakit lainnya datang, seperti jantung dan stroke. Karena pencegahan dan pengobatan menjadi sangat penting.

”Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Jika tidak, bersiaplah mengidap penyakit yang lebih ganas lagi seperti jantung dan stroke.”

Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah dengan rutin mengukur tekanan darah tinggi ke dokter setiap tahun, bahkan setiap bulan.

Saat melakukan kontrol, Anda akan mengetahui perkembangan tekanan darah Anda, sudah normal ataukah masih tinggi. Jika masih tinggi mintalah saran kepada dokter bagaimana cara mencegah dan mengobatinya.

Selain obat, dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup anda. Ini termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus pencegahannya.

Langkah tersebut bisa diterapkan melalui bebera hal berikut:

1. Menerapkan pola makan sehat

Menjaga dan membatasi asupan garam merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi. Namun ini bukanlah satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga tekanan darah tetap sehat.

Anda sebaiknya menghindari makanan pemicu hipertensi dan mengganti dengan pola makan sehat untuk membuat tekanan darah tetap stabil. Pola makan yang direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension.

Ada empat prinsip utama pola makan DASH, yaitu :

  1. Tingkatkan asupan nutrisi dari biji-bijian utuh, ikan, unggas, dan kacang-kacangan.
  2. Perbanyak juga konsumsi buah, sayur, dan produk susu rendah lemak.
  3. Kurangi garam, makanan dan minuman manis, serta daging merah.
  4. Kurangi juga makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan lemak trans.

2. Mengurangi konsumsi garam dan kafein (kopi, teh, dan cola)

Salah satu penyebab seseorang mudah terkena hipertensi adalah asupan garam dan kafein yang berlebihan. Untuk asupan garam, Anda kadang tidar sadar kalau tiap hari mengonsumsinya dalam kadar yang banyak.

“Jika tekanan darah sudah mencapai 120 per 80 mmHg, maka Anda harus sudah mewaspadai asupan garam yang dikonsumsi tiap harinya. Sebaiknya batasi asupan garam seAndar 1.500 mg per hari.”

Kafein seperti kopi, teh, dan soda juga perlu dibatasi dalam mengonsumsinya. Terlebih untuk para pria yang hobi ngopi, agaknya perlu dibatasi.

Asupan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi semakin naik. Jika ini tidak sibatasi maka hipertensi akan semakin parah.

3. Berhenti merokok

Merokok juga bisa jadi penyebab seseorang terkena hipertensi. Bagaimana bisa?

Begini. Ketika Anda merokok secara terus menerus maka dapat menyebabkan lonjakan secara langsung pada tekanan darah. Ini juga meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 milimeter air raksa (mm Hg).

Nikotin yang terdapat pada tembakau bisa memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang bisa menyempitkan pembuluh darah dan berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi.

Selain Itu juga, rokok bisa menyebabkan risiko jangka panjang pada pembuluh darah. Sehingga tidak hanya meningkatkan hipertensi tetapi, juga bisa mengembangkan masalah seperti stroke dan serangan jantung.

4. Berolahraga secara teratur

Selain mengonsumsi makanan sehat, berolahraga juga sangat penting untuk penderita hipertensi. Berolahraga dapat menurunkan tekanan sistolik maupun diastolik pada penderita di usia tengah baya dan juga mereka yang mempunyai tekanan darah tinggi ringan.

Meski demikian, berolahraga tidak secara signifikan menurunkan tekanan darah pada penderita yang mengalami hipertensi berat.

Beberapa hal penting seputar jenis olahraga bagi penderita tekanan darah tinggi adalah sebagai berikut:

  1. Jenis olahraga yang efektif menurunkan tekanan darah adalah olahraga aerobik dengan intensitas sedang (standar 70-100 denyut jantung per menit).
  2. Frekuensi latihannya 3-5 kali seminggu, dengan lama latihan 20-60 menit sekali latihan.
  3. Olahraga seperti jalan kaki atau berlari, yang dilakukan selama 16 minggu akan mengurangi kadar hormon norepinefrin (noradrenalin) dalam tubuh, yakni zat yang dikeluarkan sistem saraf yang dapat menaikkan tekanan darah.

5. Menurunkan berat badan, jika diperlukan

Obesitas diketahui menjadi salah satu faktor terjadinya hipertensi. Ketidakseimbangan antara energi yang ada dengan energi yang dikeluarkan dapat menyebabkan kegemukan.

Baca juga: Penyebab dan Cara Efektif Mengatasi Obesitas

Mekanisme terjadinya hipertensi pada obesitas sangat kompleks dan belum sepenuhnya diketahui.

Beberapa mekanisme yang diketahui diantaranya;

  1. Pada orang yang obesitas, terjadi peningkatan sistem hormon (renin, angiotensin II dan aldosteron) yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.
  2. Kegemukan meningkatkan aliran darah jaringan sehingga tekanan darah meningkat.
  3. Kegemukan meningkatkan kekakuan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah termasuk hipertensi

6. Mengurangi konsumsi minuman keras

Bagi Anda pecinta minuman keras sebaiknya mulai sekarang harus berhenti, atau minimal dibatasi. Karena jika tidak akan memuat potensi terjadinya tekanan darah tinggi semakin naik.

Batas konsumsi minuman keras yang dianjurkan dalam sehari adalah 2 hingga 2,5 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen untuk pria. Dan maksimal 2 kaleng bir berkadar alkohol 4,7 persen untuk wanita. Risiko hipertensi akan meningkat jika Anda mengonsumsi minuman keras terlalu sering dan berlebihan.

 

Write a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *